Holding the Space While Teaching

Mumpung baru #HariGuruSedunia, gw pengen share tentang konsep yang bagus banget, yaitu: HOLDING THE SPACE. Konsep ini ngebantu banget buat ningkatin kualitas ngajar gw. Ujung-ujungnya, entah beneran ada hubungannya atau kebetulan doang, murid (dan rejeki) gw pun sedikit-sedikit nambah.

Holding the space (for someone) artinya: kita menyediakan diri dan hadir sepenuh hati untuk orang lain, menerima dia apa adanya, dan kasih dukungan penuh, tanpa ego (atau seminimal mungkin). Ini berlaku untuk banyak situasi: antar pasangan, teman, keluarga, employer-employee, dan lain-lain.

Kalau untuk konteks ngajar, definisi gw tentang holding the space adalah: menyediakan waktu, pikiran dan energi sepenuhnya untuk murid, dalam konteks kelas ya. Being fully present. Pas lagi mikir ya mikir tentang apa yang dibutuhin murid, bukan abis itu mau ngapain atau makan apa.

Kalo lagi ngajar musik, kan pasti ada saatnya gw minta murid latih 1 lagu/pattern beberapa lama, terus gw dengerin. Saking kerjaan ini udah berulang-ulang, puluhan/ratusan kali, gw bisa dong nyambi sambil buka sosmed/onlen shop. Nah, kalo udah begini gw udah gak fully present lagi.

Kalo kesalahan muridnya obvious, seperti salah ketukan, pasti gw bakal ngeh meski sambil liat HP. Tapi saat gw sambi gitu, gw bisa dengan mudah melewatkan detil2 yang harusnya bisa gw koreksi. Misalnya: posisi megang stick nya kurang enak/ergonomis, atau mukulnya gak di tengah head, dan sebagainya. Belum lagi gw kehilangan kesempatan untuk mikirin saran atau materi apalagi yang bisa gw kasih supaya dia bisa bermain lebih baik.

Sama seperti being mindless, ketika kita bertindak secara autopilot aja. Masuk kelas, buka buku, murid main, kalo ada yang salah dikoreksi, kalo udah bagus: “Lanjut!” Semuanya serba mekanis dan sekadarnya. Ini juga bukan holding the space.

Aspek yang juga penting adalah menerima murid apa adanya. Artinya kita siap berimprovisasi sesuai dengan karakter dan kebutuhan murid. Tiap manusia itu unik. Gw udah ngajar drum selama 8 tahun dan dari 70-an murid yang pernah jadi murid gw, itu beda-beda semua cara belajarnya. Bahan boleh sama, tapi jalannya pasti beda.

Kalau kita 100% ada di situ, semua yang kita lakukan ya untuk kebutuhan murid di kelas itu. Ibaratnya: kita napas aja buat murid, biar kita tetep bisa ngajar dia. Dia (atau ortunya) udah bayar dan memercayakan pendidikannya sama kita, ya mereka berhak dapet seluruh perhatian kita.

Dulu gw suka mikir, murid gw kok gak nambah-nambah ya? Ya iya lah, kalo ngajarnya gak 100%, disambi cek-cek Instagram atau bales-bales becandaan di WA group, ya gimana mau dikasih tanggung jawab (dan rejeki) lebih? Murid bayar full, tapi gw kerjanya gak full.

Nah, sejak gw berusaha menerapkan konsep holding the space ini dan mengajar dengan lebih sepenuh hati, jumlah murid mulai nambah lho dikit-dikit. Gw jadi percaya bahwa apa yang kita dapet itu pasti setara dengan apa yang kita kasih. Kalo kita kasih sekadarnya, ya begitu juga hasilnya.

Ini gak mesti berupa duit ya. Kalo kata The Beatles (yang dipajang di depan Hard Rock Cafe, Bali): “And in the end, the love you take is equal to the love you make.” Minimal, kita bisa kasih tepukan di pundak sendiri, sambil bilang: “Apa pun hasilnya, lo udah kasih yang terbaik.

“Holding the space = full engagement, tapi tanpa ekspektasi, tanpa menuntut hasil. Guru Qigong gw bilang: “Holding the space is the best thing you can do to someone.” Kita bisa juga membayangkan kita kasih energi ke orang itu dan menyertai dia di tiap langkahnya.

Terakhir, being mindful itu sodaraan deket banget sama being aware: aware sama badan, sama pikiran, sama omongan. Gw sendiri suka lupa, kalo ngebahas sesuatu di kelas suka main nyerocos aja. Namanya manusia kan suka napsu ya kalo udah ngoceh. Padahal kita perlu aware juga sama CARA ngomong kita, apakah pace-nya terlalu cepat, apakah kita menyampaikan informasi yang terlalu banyak (yang murid belum perlu tau), apakah nadanya ramah/jutek, dan sebagainya.

Sekian dulu bahasannya, semoga bermanfaat. Gw sendiri juga masih belajar kok. Silahkan googling sendiri lebih lanjut, ada banyak artikel bagus soal ini. Kalo favorit gw yg ini:

https://upliftconnect.com/hold-space/?fbclid=IwAR1_KSNq98hPfRBvrVfKeqVJZOkfcRaK3f2gm97RYMd-BSk-9fvvpj1ecyk

3 thoughts on “Holding the Space While Teaching

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s